Balai Bahasa Kalsel Gelar Sinkronisasi Pengawasan dan Pengendalian Penggunaan Bahasa di Ruang Publik

  • Share

Wasaka News Banjarmasin – Balai Bahasa Provinsi Kalsel menggelar Sinkronisasi Pengawasan dan Pengendalian Penggunaan Bahasa di Ruang Publik.

Kegiatan Sinkronisasi Pengawasan dan Pengendalian Penggunaan Bahasa di Ruang Publik yang digelar pada tanggal 13-15 Oktober 2021 di Hotel Aria Barito.

Asisten Adiministrasi Umum Sekdaprov Kalsel, Adi Santoso yang mewakili Gubernur Kalsel menghadiri dan membuka secara resmi kegiatan Sinkronisasi Pengawasan dan Pengendalian Penggunaan Bahasa di Ruang Publik, Rabu (13/10) malam di Hotel Aria Barito.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Adi Santoso mengapresiasi atas diselenggarakannya kegiatan Sinkronisasi Pengawasan dan Pengendalian Penggunaan Bahasa di Ruang Publik, yang diharapkan dapat menyamakan persepsi, pandangan, serta menguatkan tekad untuk bersama-sama, memperbaiki penggunaan serta pengawasan bahasa di ruang publik.

“Semoga melalui kegiatan ini, kita dapat menyamakan persepsi, pandangan, serta menguatkan tekad untuk bersama-sama, memperbaiki penggunaan serta pengawasan bahasa di ruang publik” sampainya.

Lebih lanjut Adi menyampaikan, pentingnya kedudukan Bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa nasional, bahasa negara, dan diupayakan menuju bahasa internasional, perlu dilakukan pengutamaan bahasa negara.

Pengutamaan dalam kehidupan berbangsa, salah satunya dalam penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik, yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

“Untuk itu, kita perlu menata atau mencermati penggunaan bahasa di ruang publik, seperti nama atau identitas objek, petunjuk jalan, pengumuman, informasi, maupun pesan-pesan yang tertulis dan terbentang di tengah publik dan menjadi konsumsi publik,” lanjutnya.

Sementara Kepala Balai Bahasa Prov Kalsel, Muhammad Luthfi Baihaqi mengatakan kegiatan Sinkronisasi Pengawasan dan Pengendalian Penggunaan Bahasa di Ruang Publik bertujuan untuk sinkronisasi penggunaan bahasa di ruang publik baik itu lembaga pemerintah, swasta, dan sekolah. Mengaharpkan Pemerintah daerah akan menindaklanjuti kegiatan dengan membuat rencana aksi pemartaban bahasa negara di ruang publik.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan mutu penggunaan bahasa Indonesia di Kalimantan Selatan, meningkatkan sikap positif masyarakat Kalimantan Selatan terhadap bahasa Negara, dan penetapan kawasan percontohan daerah yang memartabatkan bahasa negara di ruang publik.

Kegiatan Sinkronisasi Pengawasan dan Pengendalian Penggunaan Bahasa di Ruang Publik, diikuti oleh pemerintah daerah kabupaten/kota, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan lembaga swasta yang berjumlah 45 peserta.(admin)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *